Napak Tilas Naditira Pradeca



Perjalanan Tim Ekspedisi Bengawan Solo secara spesifik bukan sekedar kegiatan menyusuri sungai. Namun, para penjelajah yang mengarungi sungai berbekal 4 papan dayung (paddle board) bermerk Sawarna ini juga mengemban misi pemuliaan sungai serta napak tilas peradaban tanah Jawa

Sungai Bengawan Solo menyisakan sejarah panjang peradaban manusia purba, era kerajaan, era kolonial dan era kemerdekaan bahkan hingga kini. Jika di era prasejarah, di buktikan oleh temuan fosil dan artefak manusia purba, maka di era Majapahit, peran Bengawan Solo sangat vital dalam membangun peradaban.

 

Temuan Tim Ekspedisi saat menapaki desa desa di tepi sungai dan menelusuri jejak desa dalam Prasasti Canggu yang menyebut nama-nama desa (Naditira Pradeca) di bantaran Bengawan Solo yang mendapatkan keistimewaan berupa status sima

Naditira Pradesa adalah sebutan untuk desa di tepian sungai. Kata Naditira berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tepi sungai, dan Pradesa juga berasal dari dalam bahasa Sansekerta. "Pradeca" berarti daerah atau wilayah


Dalam konteks regulasi, kita dapat melihat peran Panji Marggabhaya - petugas penyeberangan-, di desa penyeberangan yang tercatat dalam buku Tata Negara Majapahit Sapta Parwa. Perannya, di terulis dalam prasasti Canggu, bertahun 1358 Masehi di era Prabu Hayam Wuruk

 

Tugas Panji Marggabhaya menjaga titah raja yang dituliskan pada lempengan perunggu (prasasti). Dijelaskan pula dalam prasasti tersebut, pegawai yang telah mendapatkan mandat itu harus mau melayani orang-orang yang ingin menggunakan perahu untuk menyeberang melalui sungai

 

Pesan prasasti ini seperti tertera di dalam kutipan prasasti Canggu sebagai berikut:

 

“        ….. makādi mahādwija. I pingsornyājñā pāduka çri mahārāja. Kumonakěn ikanang anambangi sayawadwipamandala. Makādi pañji marggabhaya. Makasikasir ajaran rata. Sthatita. Munggwi canggu pagawayakna sang hyang ājñāhaji praçasti. Rājasanagaralañcana. Munggwe salah sikining tāmra. Riptopala. Kapangkwa denikang anāmbingi sayawadwipamandala..   ”

 

 “Adapun isi pertulisan perintah Raja itu, setelah diturunkan kepada para pegawai rendah, ialah supaya segala orang di segenap mandala Pulau Jawa diseberangkan, terutama sekali Panji Marggabhaya yang bertempat tinggal di Canggu. Semua harus melaksanakan pertulisan perintah Raja (dalam) menjadi piagam perunggu, (yang) bertanda lencana Rajasanegara dan digariskan atas piagam perunggu atau di atas batu. Piagam itu harus dipegang teguh oleh segala orang yang menambang penyeberangan di segenap mandala pulau Jawa”.

 

Piagam Naditira Pradeca di aliran Bengawan Solo (dari hilir ke hulu) antara lain menyebut nama Desa yang hingga kini masih kita temukan antara lain :  Bedanten, Wringin Wok, Brajapura, Sambo, Jerebeng, Pabulangan, Balawi, Luwayu, Ketapang, Pagaran, Kamu di, Prijik, Parung, Pasirwuran, Kedalam, Bankkal, Widang, Pekebohan, Lowara, Duri, Rasyi, Rewan, Tegalan, Dalagara, Sumbang, Malo, Ngijo, Kawangan, Sudah, Kikitu, Marebo, Turan, Jipang, Ngawi, Wangkalan, Penuh, Wulung, Barang, Pekatalan, Wareng, Ambon, Kembung dan Wulayu.

 

Selain sebagai penyeberangan, sebagian Naditira Pradeca ini juga difungsikan sebagai dermaga kecil yang menjadi gerbang pedalaman untuk akses transportasi sungai atas komoditas Majapahit seperti beras dan rempah-rempah.

 

Berdasarkan Catatan Perjalanan Ekspedisi Bengawan Solo, Tim mewawancarai berbagai pihak untuk mencari bukti sejarah jejak desa yang tertulis di Prasasti Canggu. Hasilnya, temuan ini membuktikan bahwa nama topinimi desa tidak berubah sejak prasasti itu ditulis di tahun 1358 masehi


Sejarawan asal Ngawi, Suyono Sastrorejo, mengatakan tanggal penetapan Prasasti Canggu juga di gunakan sebagai hari ulang tahun Kab. Ngawi. Hal ini menandakan ada kaitan erat antara keberadaan desa desa di bantaran Bengawan Solo dengan apa yang di tetapkan oleh Prabu Hayam Wuruk

 

Peneliti Rumah Budaya dan Sejarah Lamongan, Supriyo mengatakan nama-nama desanya tidak berubah, hanya saja beberapa desa justru telah menjadi dusun, dan nama sebuah jalan, selebihnya toponimi tetap sama”


Desa panambangan sungai yang disebut dalam prasasti Canggu dan masuk wilayah Lamongan meliputi Sambo (Desa Sambopinggir), Balawi (Desa Blawi), Katapang (Desa Ketapangtelu), yang semuanya masuk wilayah Kecamatan Karangbinangun, Selanjutnya ada Kamudi (Desa Kemudi, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, atau Desa Kepudibener, Kecamatan Turi, Lamongan). Kemudian Parijik (Desa Prijek, Kecamatan Karanggeneng), Pagaran (Desa Jagran, Kecamatan Karanggeneng). Parung (Desa Parengan, Kecamatan Maduran), Pasiwuran (Siwuran, Maduran), Kedal (Desa Kendal/Kedalon, Kecamatan Sekaran), dan Bhangkal (Kebalan Besur, Kecamatan Sekaran).


Baca Juga : Napak Tilas Jejak Prasasti Canggu di Lamongan

 

Nama nama desa di Lamongan (toponimi ) masa sekarang tersebut diduga kuat terkait dengan nama-nama desa ‘Naditira Pradesa’ yang disebut dalam prasasti Canggu ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada desa-desa tersebut karena kala itu masyarakatnya sangat ramah terhadap alam dan bumi yang mereka pijak, yang dilalui bengawan besar bernama Bengawan Solo.


NoNama AsliDesa KiniKab
1MadantenBedantenGresik
2Wringin WokSidorejoGresik
3BrajapuraMojopuroGresik
4JerebengJrebengGresik
5SamboSambo PinggirGresik
6PabulanganBulanganGresik
7LuwayuLowayuGresik
8BalawiBlawiLamongan
9KatapangKetapang TeluLamongan
10PagaranJagranLamongan
11KamudiKemudiGresik
12ParijikPrijekLamongan
13ParungParenganLamongan
14PasiwuranSiwuranLamongan
15KedalKendalLamongan
16DuriDuriLamongan
17WidangWidangTuban
18TegalanTegalsariTuban
19BhangkalKebalan BesurLamongan
20PekebohanKebomlatiTuban
21Lowara
22RasyiNgadirejoTuban
23Rewan
24DalagaraDalangoroBojonegoro
25SumbangSumbang TimurBojonegoro
26MaloMaloBojonegoro
27Ngijo
28KawanganNgringinrejoBojonegoro
29SudahSudahBojonegoro
30KikituKukutuCepu
31Marebo
32Turan
33BalunBalunCepu
34JipangJipangCepu
35NgawiNgawiNgawi
36WangkalanWangkalangNgawi
37PenuhpnohNgawi
38WulungWulungNgawi
39BarangBarangNgawi
40PekatalanKatelanSragen
41WarengWarengSragen
42AmbanNgambanSragen
43KembuKebak Kramat Karanganyar
44Wulayu.SoloSolo


Catatan : Tofan Ardi - Penanggung Jawab Aksi dan Mitigasi Ekspedisi Bengawan Solo 2022

COMMENTS

Nama

Bengawan Solo,83,Blora,12,Bojonegoro,9,Cepu,12,Event,8,Foto,4,Gresik,7,Infografik,2,Jazz Bengawan,2,Jelajah,12,Jurnal,7,Lamongan,9,Naditira Pradeca,8,Ngawi,4,Opini,8,Profil,1,Quote,9,Rilis,30,Sejarah,8,Sponsor,1,Sragen,1,Sukoharjo,1,Surakarta,8,Tradisi,3,Tuban,5,Video,8,Wonogiri,2,
ltr
item
Ekspedisi Sungai: Napak Tilas Naditira Pradeca
Napak Tilas Naditira Pradeca
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKI1sVIznasEbzBByYv61pGESQQ25T4Ar2ikTVj_rcYYn6TVKlEfzLSupwg29TLezBonH3Dy2-tHA9YdDw2q_AE-iCk_7u8gApExrCgZc3aYG_MZLTeUUx8DEnfjaCWsZKJVNwvoLPNnBT2ZGSiMwdIjaUBgBFPiW5LDu52Y7HIiSc3u8XxUmyuVe2AqzP/w530-h436/toponimi-naditira-pradesa-bengawan-solo.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKI1sVIznasEbzBByYv61pGESQQ25T4Ar2ikTVj_rcYYn6TVKlEfzLSupwg29TLezBonH3Dy2-tHA9YdDw2q_AE-iCk_7u8gApExrCgZc3aYG_MZLTeUUx8DEnfjaCWsZKJVNwvoLPNnBT2ZGSiMwdIjaUBgBFPiW5LDu52Y7HIiSc3u8XxUmyuVe2AqzP/s72-w530-c-h436/toponimi-naditira-pradesa-bengawan-solo.png
Ekspedisi Sungai
https://www.ekspedisisungai.com/2022/08/napak-tilas-naditira-pradeca.html
https://www.ekspedisisungai.com/
http://www.ekspedisisungai.com/
http://www.ekspedisisungai.com/2022/08/napak-tilas-naditira-pradeca.html
true
2652738766569601160
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy